Video ini saya dapat dari dari teman,ya cah kebumen,wong aku cah kebumen, tetapi asal video ini masih di ragukan,kalau bahasa percakapannya ada istilah "CORONGI" sepertinya bahasa dari daerah Cilacap atau Banyumas.
KALAU bahasanya si emang ngapak, kya Kebumen,Banjarnegara,Banyumas,Cilacap
MUNGKIN ADA YANG TAHU SIAPA PEMILIK VIDEO INI SILAHKAN KASIH KOMENTAR YA....
Sistem manajemen konten - indonesia ===================================== Dari Wikipedia bahasa Indonesia
Sistem manajemen konten (Inggris: content management System, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
* aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA]) * aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]). Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan. Berikut dibawah ini pemanfaatan CMS:
* Website perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas. * Portal * Galeri foto * Aplikasi E-Commerce. * Mengelola website pribadi / blog. * Dan lain-lain.
Salah satu perangkat lunak Content Management System yang dikenal luas yaitu MediaWiki, perangkat lunak yang dipakai di Wikipedia dan proyek-proyek sejenis.
Berikut ini merupakan contoh website komunitas CMS Indonesia yang dapat dijadikan sebagai referensi anda:
* Komunitas Drupal Indonesia * Komunitas Mambo Indonesia * Komunitas Joomla Indonesia * Komunitas Postnuke Indonesia * Komunitas Endonesia * CMS karya anak bangsa
Install flashplayer with .tar (ubuntu) ===============================
For fist you can download .tar package
tar xvfz install_flash_player_9_linux.tar.gz cd install_flash_player_9_linux/
Then run the setup script:
sudo ./flashplayer-installer or sh flashplayer-installer
You will be asked a few questions:
Copyright(C) 2002-2006 Adobe Macromedia Software LLC. All rights reserved.
Adobe Flash Player 9 for Linux
Adobe Flash Player 9 will be installed on this machine.
You are running the Adobe Flash Player installer as the “root” user. Adobe Flash Player 9 will be installed system-wide.
Support is available at http://www.adobe.com/support/flashplayer/
To install Adobe Flash Player 9 now, press ENTER.
To cancel the installation at any time, press Control-C. <–
NOTE: Please exit any browsers you may have running.
Press ENTER to continue… <–
Please enter the installation path of the Mozilla, SeaMonkey, or Firefox browser (i.e., /usr/lib/mozilla): <– /usr/lib/mozilla dir= /usr/lib/mozilla WARNING: An older version of the Adobe Flash Player has been detected in /usr/lib/mozilla/plugins. The installer will overwrite this existing binary. ———– Install Action Summary ———– Adobe Flash Player 9 will be installed in the following directory: Browser installation directory = /usr/lib/mozilla Proceed with the installation? (y/n/q): <– y Installation complete. Perform another installation? (y/n): <– n Please log out of this session and log in for the changes to take effect. The Adobe Flash Player installation is complete. Read more...
server’s fully qualified domain name ==============================
root@ketoprak:~# /etc/init.d/apache2 restart apache2: Could not reliably determine the server’s fully qualified domain name, using 127.0.0.1 for ServerName
Sebagai pemula sempat sebel mengatasi masalah tersebut setelah coba beberapa artikel tidak jadi-jadi akhirnya saya mendapatkannya dari situs ini:
langkahnya sebagai berikut : # edit file hosts : nano /etc/hosts # tambahkan baris : ServerName [domain].com (contoh: ServerName ketoprak.com)
Tutorial Mendesain Spanduk Digital ============================
Mendesain spanduk untuk cetak digital sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, dengan adanya teknologi cetak digital seperti sekarang ini, seorang desainer bebas berimajinasi. Tidak perlu takut terhadap jumlah warna maupun keterbatasan teknis lainnya. Mau kasih foto, mau ada special effect yang tersedia di Photoshop, ataupun mau bermain tekstur bermotif yang rumit, ga ada masalah. Masalah yang mungkin perlu diatasi hanyalah satu yaitu....sampai dimana batas imajinasi kita.
Ukuran spanduk bagaimana? Ya, ukuran memang ada batasnya. Namun, pada umumnya jasa penyedia digital printing mampu mencetak ukuran berapa saja. Umumnya ukuran mesin cetak spanduk digital adalah lebarnya 3 meter sampai 5 meter. Sedangkan panjangnya (panjang lari istilahnya) tidak terbatas, terserah Anda. Jadi untuk spanduk standar yang ukurannya 5 x 1 m2 misalnya, ga ada masalah. Atau yang ukurannya 6 x 4 m2 juga no problem.
Oke. Sekarang, jika ingin mendesain spanduk darimana mulainya?
Software yang saya gunakan adalah Adobe PhotoShop. Ikuti langkah berikut.
Langkah 1 :
Sebelum mendesain spanduk hal yang harus ada yaitu "THE MESSAGES". Iya dong. Kita mo bikin spanduk harus tahu dulu apa yang mau kita sampaikan. Kalo ga ada pesan yang mau disampaikan ngapain juga bikin spanduk. Iya toh? So, siapkan pesannya. Apa yang mau disampaikan melalui spanduk itu.
Dalam contoh ini saya ingin membuat spanduk SMP ISLAM AL-AZHAR 10 KEMBANGAN. Pesan yang ingin disampaikan adalah tentang Baksos yang diadalak oleh PMR SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan. Jika dibuat seperti rumusan berita 5W + 1H, maka :
What :
BAKTI SOSIAL V
Who :
PMR MADYA AL-AZHAR 10 KEMBANGAN
When :
28 Februari 2009
Where :
Panti Balita & Panti Jompo
Why :
Menjalin persahabatan, mempererat persaudaraan
How :
--
Atribut :
Logo PMI, logo Al-Azhar SMP, logo-logo sponsor lainnya.
Ukuran yang diinginkan adalah 6 x 2 m2. Buatlah dokumen baru di Photoshop. Caranya yaitu :
- klik menu File-->New. - Pilih Preset = Custom - Ubah satuan ke cm (centimeter, jangan pixel ya) - Isikan di kolom width = 600, di kolom Height = 200 - Resolusi = 60 pixel/inch. (resolusi minimal utk digital printing) - Color mode = RGB (kalo mo CMYK juga boleh, tapi jadi lebih berat)
- Tekan OK.
Langkah 2
Ketikkan semua informasi yang ingin disampaikan sebagaimana rumusan 5W di atas. Sebaiknya setiap teks diatur menjadi beberapa kelompok. Maksudnya, waktu mengetik jangan semuanya dijadikan dalam satu paragraf. Jika mau lebih praktis, ketikkan satu kelompok pesan dalam satu paragraf. Dengan demikian, kita bisa lebih leluasa memberi spesial efek yang berbeda untuk masing-masing kelompok teks.
Untuk logo, semuanya juga harus dimasukkan agar kita mudah mengatur bagaiman sebaiknya
Langkah 3
Setelah semua elemen pesan sudah masuk (teks, logo, dan foto kalo ada), maka sekarang tinggal bagaimana mengaturnya agar pesan itu enak dilihat dan bisa dipahami oleh yang melihatnya.
Agar tampilan lebih hidup, gunakan efek khusus yang ada di Photoshop berupa filter atau plug in. Tapi jangan terlalu berlebihan dalam menggunakan efek ini. Usahakan agar spanduk tetap enak dilihat dan mudah dibaca. Jangan lantaran terlalu banyak visual efek, orang membacanya malah jadi susah.
Demikian tutorial tentang Mendesain Spanduk untuk di cetak secara digital. Untuk mendownload tutorial ini silakan klik di sini. Untuk membaca secara online klik di sini.
Berapa Resolusi yang digunakan untuk Desain Spanduk Digital =====================================================
Ketika awal-awal saya membuat desain spanduk untuk dicetak secara digital, saya masih beranggapan bahwa semakin tinggi resolusi yang saya gunakan maka semakin bagus hasilnya. Anggapan itu sebenarnya tidak salah. Secara teori, di dunia cetak mencetak, memang demikian adanya. Namun, dalam prakteknya, jasa digital printing yang biasa melayani cetak spanduk, hanya menggunakan resolusi antara 50-60 pixel/inch. Mengapa demikian? Apakah para penyedia jasa digital printing itu tidak paham bahwa semakin tinggi resolusi akan semakin baik hasilnya? Apakah hal ini berkaitan dengan kemampuan cetak dari mesin yang mereka miliki? Atau memang ini hanya faktor keengganan saja? Ayo kita bicarakan sama-sama.
Mengenai resolusi yang diperlukan untuk desain spanduk digital, kenyataannya memang tidak perlu lebih dari 60 pixel/inch. Ada beberapa alasan yang melandasi hal tersebut, yaitu :
1. Spanduk adalah media luar ruang (outdoor), yang nota bene akan dilihat dari kejauhan. Karenanya, cara melihat dari jarak jauh itu tidak memerlukan resolusi yang besar melainkan cukup 60 pixel/inch. Meskipun angkanya kecil, namun jika dari kejauhan akan tetap terlihat bagus/tajam hasilnya. 2. Resolusi yang melebihi 60 pixel/inch (apalagi sampai 300 pixel/inch), hanya akan membuat dokumen menjadi berat dan prosesnya akan lambat. Karena itu, walaupun kita membuat resolusi yang tinggi karena ingin hasil yang tajam, tetap saja operator yang ada di penyedia jasa digital printing akan menurunkannya hingga 60 pixel/inch. 3. Menghemat tinta juga menjadi pertimbangan. Semakin tinggi resolusi hasil cetakan, maka tinta yang dibutuhkan semakin banyak. So jika dengan resolusi rendah yang lebih hemat hasilnya bagus kenapa pula harus menggunakan resolusi yang tinggi.
Itulah 3 alasan yang menurut saya menjadi alasan para penyedia jasa digital printing menggunakan resolusi 60 pixel/inch. Kesimpulan ini saya ambil berdasarkan pengamatan di sebuah tempat yang melayani cetak digital untuk spanduk dekat saya tinggal. Entah untuk di tempat lain saya tidak tahu apakah sama atau tidak. Kalau menurut logika sih, mestinya sama saja. Jadi setelah mengetahui hal tersebut, selanjutnya saya selalu menggunakan resolusi 60 pixel/inch jika ingin mendesain spanduk digital. Saya juga merasa terbantu karena dengan resolusi seperti itu, pekerjaan menjadi lebih cepat prosesnya.
RGB vs CMYK =========== RGB (Red Green Blue) adalah spektrum warna (merah, hijau, biru) yang dbentuk oleh sinar. Umumnya utk display sistem video, film recorder dan monitor komputer. Sedangkan CMYK (Cyan Magenta Yellow Black) atau yang lebih dikenal 4 colors process secara singkat adalah dibentuk oleh bahan kimia beruba tinta dengan 4 warna tsb. Digunakan untuk kebutuhan color separation setting. Utk memperoleh akurasi warna yang tepat. Misalnya : C=10% M=45% Y=34% K=80%. Untuk tinta printer kategori home printer yang tidak melalui proses pemisahan warna (color separation) tidak memerlukan konversi ini. Jadi mas Yuliardy tidak perlu mengconvertnya.
Mengapa format CMYK menjadi kelihatan dull di monitor pada program PS...krn hal yang saya sebut diatas tadi. Display monitor komputer terbentuk dari iluminasi 3 warna sinar yaitu RGB Sedangkan file anda adalah CMYK. Kedua jenis ini memiliki range gamut yang berbeda. Demikian juga mata manusia.
RGB, CMYK dan Naked Eye memiliki panjang range gamut yang berbeda sehingga kerap terjadi apa yang ada di monitor sering berbeda2 juga apabila di print. Untuk pencetakan yang menggunakan color separation, problem tsb diatasi dengan menggunakan komposisi CMYK yang benar. Atau kalo di negara maju menggunakan standard warna seperti Pantone Matching Sytem (Pantone) misalnya menggunakan kode PMS045, dsb. Ada beberapa cara utk meminimasi problem Mas Yuliardy yaitu dengan mengkalibrasi monitor anda secara periodikal. Alat spt spyder bisa digunakan. Tapi harganya lumayan mahal. Yang murah/gratis bisa pake Adobe Gamma. Kalo di PC kalo gak salah ada di Control Panel.
Ok.. dah jelas kan ya... Pokoknya yang penting kita tahu bahwa format RGB adalah standard utk monitor-based spt kebutuhan web,dsb, kalo format CMYK utk proses cetak dengan separasi. Lalu supaya monitor kita gak lari-lari warnanya ya sering2 di kalibrasi minimal 1 bln sekali...
Pada dasarnya printer dan monitor adalah dua perangkat yang berbeda, bahkan basis manajemen warnanya pun berbeda, monitor menggunakan mode RGB (seperti juga mata manusia-red) Sedangkan printer menggunakan CMYK. Yang satu menggunakan proses rasterisasi yang tingkat gradasinya lebih pendek yang satu menggunakan tingkat refleksi yang gradasinya lebih panjang. Coba lihat di Photoshop atau Corel dimana palet warna RGB menggunakan 255 tingkat gradasi sedang CMYK hanya 100 tingkat gradasi, pendek kata ada detail warna yang tidak bisa disimulasikan oleh printer (perangkat berbasis CMYK). Salah satu cara untuk mengatasi perbedaan dalam konversi warna dari RGB ke CMYK adalah ‘kalibrasi’. Proses kalibrasi warna adalah proses pencocokan warna agar semua perangkat pemroses citra (image) menggunakan satu patokan yang serupa. Untuk itu di aturlah agar warna pada monitor sebagai perangkat yang jangkauan warnanya paling tinggi hanya menampilkan warna yang bisa di hasilkan oleh printer. Jadi nanti sewaktu kita akan mencetak hasilnya akan ‘mirip’ seperti yang kita liat di monitor.
Proses termudahnya tentu saja menggunakan fasilitas yang disediakan oleh aplikasi yang kita gunakan. Misalnya adobe gamma yang disediakan oleh Photoshop dimana monitor akan di kalibrasi sesuai pilihan kita. Meskipun telah di kalibrasi jika kita tetap saja bekerja dengan mode RGB di Photoshop dan aplikasi lainnya tentu saja ada warna-warna tertentu yang tidak akan bisa dicetak hal ini dikenal dengan istilah “out of gamut” bisa di deteksi dengan membuka palet color picker dan men-cek warna di image dengan eyedroper tool, akan ada tanda segitiga dengan tanda seru yang menandakan warna tersebut tidak akan tercetak, dan jika anda mengklik tanda segitiga tersebut pilihan warna akan berubah dan menampilkan warna yang akan di gunakan untuk mencetak. Jadi jelas bahwa untuk mengetahui hasilnya setiap image yang di gunakan di photoshop dan aplikasi lain perlu di konversi ke CMYK sebelum di cetak. Jika anda merasa bahwa warnanya kurang menarik anda bisa menyesuaikannya lebih dulu dengan berpatokan ke image yang masih dalam mode RGB (ingat beberapa filter photoshop hanya bisa di jalankan di dalam mode RGB!) Sekarang kita kembali ke inti pertanyaan kenapa hasil cetak di percetakkan turun? Sekali lagi proses kalibrasi yang anda lakukan adalah proses kalibrasi di komputer anda bukan di mesin separasi apalagi di mesin offset percetakkan. Jadi tentu saja resiko warna turun sangat besar bahkan jika pun anda menggunakan Macintosh! Untuk mengatasi ini anda harus mengetahui warna-warna yang bisa di hasilkan oleh percetakkan, biasanya percetakkan yang baik akan dengan senang hati memberikan contoh cetaknya kepada anda berupa gradasi persentasi warna dalam bentuk buku dalam mode CMYK. Gunakan contoh tersebut sebagai panduan untuk mengkalibrasi komputer dan printer di rumah/kantor jadi anda bisa melakukan test print dulu sebelum pergi ke percetakkan. Kalau anda rasa kontrol tersebut kurang kuat anda bisa minta hasil proof dari percetakkan (dengan biaya) untuk melihat akurasi warnanya. Sekali lagi ingat banyak variabel yang tidak berada dalam kontrol seperti misalnya alat proof yang menggunakan teknologi continus tone (dye sublimation / thermal printer) jelas berbeda dengan mesin cetak yang menggunakan raster half tone! Sekarang persoalan kembali ke medianya, selain mode warna media kertas yang di gunakan juga menentukan. Sebagai contoh hasil cetak dengan inkjet di atas kertas HVS biasa pasti biasa-biasa saja di banding dengan media khusus seperti foto paper atau glossy paper. Mengapa? Karena daya serap kertas terhadap tinta dan kemurnian bahan dasar kertas (pulp) menentukan hasil cetak. Kertas biasa dengan pori-pori besar dan bahan dasar yang tidak pure white (cenderung kuning atau abu-abu) akan menyerap tinta ke dasar kertas dan membuat warna lebih abu-abu ketimbang kertas glossy/art paper yang mampu menahan tinta dengan bahan lapisannya sedang bahan dasarnya yang lebih putih akan mampu memberi tampilan warna lebih cemerlang. Sementara itu kertas dove memang ditujukan untuk membuat tampilan warna lebih lembut dengan tidak menggunakan lapisan penahan tinta sebanyak art paper, untuk itu agar warna atau bentuk tertentu menonjol digunakan varnish/coating (di percetakkan dikenal dengan UV varnish/coating). Penggunaannya tentu terserah anda. Tips: Untuk menjamin setiap perangkat (monitor, scanner, printer) menggunakan mode warna yang sama gunakan hanya satu driver ICM (Image Color Matching) anda bisa melihatnya di control panel jika menggunakan windows. Jika pembuat perangkat anda cukup terkenal biasanya mereka menyediakan driver ICM dalam CD yang ada pada saat pembelian. Untuk menjamin proses keakuratan jalankan kalibrasi minimal satu bulan sekali dan selalu meminta contoh cetak terbaru dari percetakkan karena materi cetak akan lekang seiring waktu.
Sistem manajemen konten (Inggris: content management System, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
* aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA]) * aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]). Read Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan. Berikut dibawah ini pemanfaatan CMS:
* Website perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas. * Portal * Galeri foto * Aplikasi E-Commerce. * Mengelola website pribadi / blog. * Dan lain-lain.
Salah satu perangkat lunak Content Management System yang dikenal luas yaitu MediaWiki, perangkat lunak yang dipakai di Wikipedia dan proyek-proyek sejenis.
Berikut ini merupakan contoh website komunitas CMS Indonesia yang dapat dijadikan sebagai referensi anda:
* Komunitas Drupal Indonesia * Komunitas Mambo Indonesia * Komunitas Joomla Indonesia * Komunitas Postnuke Indonesia * Komunitas Endonesia * CMS karya anak bangsa