Friday, July 03, 2009

RGB vs CMYK

RGB (Red Green Blue) adalah spektrum warna (merah, hijau, biru) yang dbentuk oleh sinar. Umumnya utk display sistem video, film recorder dan monitor komputer. Sedangkan CMYK (Cyan Magenta Yellow Black) atau yang lebih dikenal 4 colors process secara singkat adalah dibentuk oleh bahan kimia beruba tinta dengan 4 warna tsb. Digunakan untuk kebutuhan color separation setting. Utk memperoleh akurasi warna yang tepat. Misalnya : C=10% M=45% Y=34% K=80%. Untuk tinta printer kategori home printer yang tidak melalui proses pemisahan warna (color separation) tidak memerlukan konversi ini. Jadi mas Yuliardy tidak perlu mengconvertnya.


Mengapa format CMYK menjadi kelihatan dull di monitor pada program PS...krn hal yang saya sebut diatas tadi. Display monitor komputer terbentuk dari iluminasi 3 warna sinar yaitu RGB Sedangkan file anda adalah CMYK. Kedua jenis ini memiliki range gamut yang berbeda. Demikian juga mata manusia.

RGB, CMYK dan Naked Eye memiliki panjang range gamut yang berbeda sehingga kerap terjadi apa yang ada di monitor sering berbeda2 juga apabila di print. Untuk pencetakan yang menggunakan color separation, problem tsb diatasi dengan menggunakan komposisi CMYK yang benar. Atau kalo di negara maju menggunakan standard warna seperti Pantone Matching Sytem (Pantone) misalnya menggunakan kode PMS045, dsb. Ada beberapa cara utk meminimasi problem Mas Yuliardy yaitu dengan mengkalibrasi monitor anda secara periodikal. Alat spt spyder bisa digunakan. Tapi harganya lumayan mahal. Yang murah/gratis bisa pake Adobe Gamma. Kalo di PC kalo gak salah ada di Control Panel.

Ok.. dah jelas kan ya... Pokoknya yang penting kita tahu bahwa format RGB adalah standard utk monitor-based spt kebutuhan web,dsb, kalo format CMYK utk proses cetak dengan separasi. Lalu supaya monitor kita gak lari-lari warnanya ya sering2 di kalibrasi minimal 1 bln sekali...

Pada dasarnya printer dan monitor adalah dua perangkat yang berbeda, bahkan basis manajemen warnanya pun berbeda, monitor menggunakan mode RGB (seperti juga mata manusia-red) Sedangkan printer menggunakan CMYK. Yang satu menggunakan proses rasterisasi yang tingkat gradasinya lebih pendek yang satu menggunakan tingkat refleksi yang gradasinya lebih panjang. Coba lihat di Photoshop atau Corel dimana palet warna RGB menggunakan 255 tingkat gradasi sedang CMYK hanya 100 tingkat gradasi, pendek kata ada detail warna yang tidak bisa disimulasikan oleh printer (perangkat berbasis CMYK). Salah satu cara untuk mengatasi perbedaan dalam konversi warna dari RGB ke CMYK adalah ‘kalibrasi’. Proses kalibrasi warna adalah proses pencocokan warna agar semua perangkat pemroses citra (image) menggunakan satu patokan yang serupa. Untuk itu di aturlah agar warna pada monitor sebagai perangkat yang jangkauan warnanya paling tinggi hanya menampilkan warna yang bisa di hasilkan oleh printer. Jadi nanti sewaktu kita akan mencetak hasilnya akan ‘mirip’ seperti yang kita liat di monitor.

Proses termudahnya tentu saja menggunakan fasilitas yang disediakan oleh aplikasi yang kita gunakan. Misalnya adobe gamma yang disediakan oleh Photoshop dimana monitor akan di kalibrasi sesuai pilihan kita. Meskipun telah di kalibrasi jika kita tetap saja bekerja dengan mode RGB di Photoshop dan aplikasi lainnya tentu saja ada warna-warna tertentu yang tidak akan bisa dicetak hal ini dikenal dengan istilah “out of gamut” bisa di deteksi dengan membuka palet color picker dan men-cek warna di image dengan eyedroper tool, akan ada tanda segitiga dengan tanda seru yang menandakan warna tersebut tidak akan tercetak, dan jika anda mengklik tanda segitiga tersebut pilihan warna akan berubah dan menampilkan warna yang akan di gunakan untuk mencetak. Jadi jelas bahwa untuk mengetahui hasilnya setiap image yang di gunakan di photoshop dan aplikasi lain perlu di konversi ke CMYK sebelum di cetak. Jika anda merasa bahwa warnanya kurang menarik anda bisa menyesuaikannya lebih dulu dengan berpatokan ke image yang masih dalam mode RGB (ingat beberapa filter photoshop hanya bisa di jalankan di dalam mode RGB!) Sekarang kita kembali ke inti pertanyaan kenapa hasil cetak di percetakkan turun? Sekali lagi proses kalibrasi yang anda lakukan adalah proses kalibrasi di komputer anda bukan di mesin separasi apalagi di mesin offset percetakkan. Jadi tentu saja resiko warna turun sangat besar bahkan jika pun anda menggunakan Macintosh! Untuk mengatasi ini anda harus mengetahui warna-warna yang bisa di hasilkan oleh percetakkan, biasanya percetakkan yang baik akan dengan senang hati memberikan contoh cetaknya kepada anda berupa gradasi persentasi warna dalam bentuk buku dalam mode CMYK. Gunakan contoh tersebut sebagai panduan untuk mengkalibrasi komputer dan printer di rumah/kantor jadi anda bisa melakukan test print dulu sebelum pergi ke percetakkan. Kalau anda rasa kontrol tersebut kurang kuat anda bisa minta hasil proof dari percetakkan (dengan biaya) untuk melihat akurasi warnanya. Sekali lagi ingat banyak variabel yang tidak berada dalam kontrol seperti misalnya alat proof yang menggunakan teknologi continus tone (dye sublimation / thermal printer) jelas berbeda dengan mesin cetak yang menggunakan raster half tone! Sekarang persoalan kembali ke medianya, selain mode warna media kertas yang di gunakan juga menentukan. Sebagai contoh hasil cetak dengan inkjet di atas kertas HVS biasa pasti biasa-biasa saja di banding dengan media khusus seperti foto paper atau glossy paper. Mengapa? Karena daya serap kertas terhadap tinta dan kemurnian bahan dasar kertas (pulp) menentukan hasil cetak. Kertas biasa dengan pori-pori besar dan bahan dasar yang tidak pure white (cenderung kuning atau abu-abu) akan menyerap tinta ke dasar kertas dan membuat warna lebih abu-abu ketimbang kertas glossy/art paper yang mampu menahan tinta dengan bahan lapisannya sedang bahan dasarnya yang lebih putih akan mampu memberi tampilan warna lebih cemerlang. Sementara itu kertas dove memang ditujukan untuk membuat tampilan warna lebih lembut dengan tidak menggunakan lapisan penahan tinta sebanyak art paper, untuk itu agar warna atau bentuk tertentu menonjol digunakan varnish/coating (di percetakkan dikenal dengan UV varnish/coating). Penggunaannya tentu terserah anda. Tips: Untuk menjamin setiap perangkat (monitor, scanner, printer) menggunakan mode warna yang sama gunakan hanya satu driver ICM (Image Color Matching) anda bisa melihatnya di control panel jika menggunakan windows. Jika pembuat perangkat anda cukup terkenal biasanya mereka menyediakan driver ICM dalam CD yang ada pada saat pembelian. Untuk menjamin proses keakuratan jalankan kalibrasi minimal satu bulan sekali dan selalu meminta contoh cetak terbaru dari percetakkan karena materi cetak akan lekang seiring waktu.

http://one.indoskripsi.com/node/5359

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls